SIAPA PUN PRESIDENNYA, AMERIKA TETAPLAH AMERIKA

Tanggal 20 januari 2009 mungkin merupakan hari bersejarah bagi rakyat amerika terutama warga keturunan afrika, karena hari itu untuk pertama kalinya amerika dipimpin oleh seorang kulit hitam yaitu Barrack obama. Perayaan itu bahkan bukan hanya dirayakan rakyat amerika saja, tetapi mereka yang merasa memiliki ketrkaitan dengan obama akan merayakan perayaan tersebut, tidak terkecuali di Indonesia. Negara yang prnah menjadi tempat tinggal obama kecil dan sempat sekolah dijakarta ini juga tidak melewatkan moment inaugurasi obama.

Tapi apakah sebagai seorang muslim kita harus ikut dalam euporia mereka??. Apakah kita juga harus ikut merayakan acara tersebut??/

Inilah sekilas tentang obama dan janji-janjinya……..

Sebagaimana telah diketahui masyarakat awam, Barack Obama yang lahir di Hawai, 4 Agustus 1961 ini memiliki orang tua negro muslim, yakni ayahnya, Husein, yang menjadi nama tengahnya. Selain itu, ayah tiri Obama pun adalah seorang muslim, meskipun bukan muslim yang taat bahkan tidak menganggap agama sebagai hal serius. Namun dari hal inilah, banyak kaum muslimin tertipu dan menganggap Barack Obama juga seorang muslim dan mendukungnya. Padahal dia adalah penganut Protestan yang taat dan aktif di gereja.

Demi untuk mencapai pucuk kepemimpinan di Amerika, Barack Obama pun mengumbar janji dan komitmen untuk mendukung habis-habisan yahudi zionis Israel dan berjanji pula untuk menghabisi mujahidin, terutama di Iraq dan Afghanistan. Ini memang harga tiket untuk masuk ke gedung putih. “Saya memiliki komitmen yang jelas dan kuat atas keamanan Israel sekutu terkuat kita di wilayah itu dan satu-satunya wilayah itu negara dengan demokrasi yang mapan. Dan itu akan menjadi titik awal saya”, ungkap Obama sebagaimana dikutip oleh New York Sun Editorial.

Obama juga berjanji kepada Dewan Demokrasi Yahudi Nasional (The National Jewish Democratic Council-NJDC) pada Februari 2007 sebelum dia menjadi presiden AS. Berikut janjinya :

“Jika saya menjadi presiden Amerika, maka negara ini harus bahu membahu dengan Israel. Mereka yang telah bekerja dengan saya di Chicago pada Dewan dan sekarang ada di Senat AS akan menyaksikan bahwa saya bukan Cuma omong besar. Saya akan melakukan apapun jika menyangkut keamanan Israel.”

“Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kepasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu.” Demikian ungkapan hati Obama dalam sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari jadi Israel yang ke-60.

Sikap Obama kepada kaum Muslimin juga sudah sangat jelas, sebagaimana ungkapannya kepada Hamas :

“Saya sudah mengatakan, mereka adalah organisasi teroris, yang tak boleh diajak negoisasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara Palestina dan Israel.”

Dalam konferensi tahunan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang merupakan tempat pertemuan tokoh politik dan bisnis pro Israel, Obama menegaskan dukungannya terhadap Israel, menempatkan Israel sebagai sekutu utama AS di Timur Tengah, seraya meminta AS meningkatkan bantuan militernya pada negara zionis tersebut. “Jerusalem harus tetap menjadi ibukota Israel dan harus tetap tak dibagi.”, ujarnya sebagai sebuah bentuk komitmen yang kokoh.

Pidato Barack Obama yang ‘menjilat’ pembesar-pembesar yahudi Israel ini bisa kita saksikan dalam layanan situs You Tube. Sepanjang pidato tersebut, beberapa kali Obama mendapatkan standing applaus sebagai rasa puas komunitas yahudi Israel akan komitmen Obama pada mereka. Barack Obama juga menjanjikan dana 30 Milliar dollar Amerika untuk keamanan Israel.

Keberpihakan Obama kepada zionis Israel semakin nampak sejak ia menjadi anggota senat di Washington pada 2002. Salah satu penyandang dana yang mendukungnya, Penny Pritzker, adalah pentolan zionis yang menguasai rantai hotel Hyatt di seluruh dunia. Sejak itu pula, ia menunjuk sejumlah penasehat yang dikenal pro Israel. Di senat ia kerapkali mendukung sejumlah keputusan yang menguntungkan Israel.

Dari keterangan di atas jelaslah bahwa siapapun yang menjadi presiden amerika, tidak akan mengubah apa pun apalagi bagi dunia Islam da kaum muslimin, bahkan cenderung merugikan. Lalu ,masih pantaskah kita sebagai seorang muslim mendukung atau bahkan hanya simpatik kepada obama??

Dadang mustofa,

24 muharam 1430 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: