Fatwa Haram Golput MUI

Setelah mendapatkan usulan mengenai pengharaman golput pada pemilu sekarang, wakil ketua MUI angkat bicara dalam acara “apa kabar Indonesia malam” di tvone(26/01/09), beliau mengatakan bahwa haram hukumnya untuk golput, karena dalam Islam memilih pemimpin itu wajib hukumnya. karena dalam konteks Indonesia ini caranya adalah pemilu maka pemilu itu wajib.

Yang jadi pertanyaan disini adalah apakah pemilu di Indonesia sesuai dengan Islam???

Jika kita memperhatikan kebiasaan dan kenyataan dari pemilihan umum (pemilu) dan kemudian melihat firman Allah SWT dalam Al-Qur`an, kita akan menyadari bahwa ayat “Qul Yaa ayuhhal kafiruun” itu tidak punya arti sama sekali jika kita memilih orang kafir atau orang muslim dengan ideologi kafir dan mendukung partai mereka. Terlebih jika kita memilih mereka, maka kita harus mendukung seluruh tindakan yang mereka lakukan yang dalam prinsip Islam kita telah me-‘wakil’-kan segala urusan kita pada mereka. Oleh karena itu, kaum Muslimin tidak boleh memilih siapapun dalam pemilu kali ini, meskipun mereka semuanya terlihat Islami dan seolah-olah akan memperjuangkan Islam atau menggunakan ayat-ayat Al-Qur`an dalam kampanye-kampanye mereka!
Terlebih jika ada beberapa orang pergi dan mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota dewan, atau memilih anggota dewan untuk menduduki jabatan di legislatif (DPR/MPR), ini jelas-jelas sebuah kemusyrikan dalam Islam. Sebuah perkara, pada kenyataannya dalam pandangan Islam wajib diketahui dan tidak terdapat perbedaan pendapat dalam soal tersebut. Bagaimana mungkin seorang muslim yang mengatakan bahwa tidak ada Pembuat Hukum selain Allah SWT yang diikuti kalimat “Laa ilaha illallah” dan kemudian dia memilih seseorang untuk mengesahkan pemerintahan dan hukum kufur ? Lebih baik jika tauhid setiap muslim dipergunakan untuk menjaga kesucian Allah SWT semata-mata, yaitu untuk mentaati, untuk beribadah, dan semata-mata mengikuti perintahnya.
Sebagaimana setiap muslim tahu, Allah SWT memiliki 99 nama (Asmaul Husna) kemudian ini akan membuat 99 jalan bagi seorang seseorang untuk menjadi kafir jika dia menyekutukan sesuatu atau seseorang dengan nama Allah SWT. Salah satu contoh, nama Allah SWT adalah “Al-Hakim” yang artinya Allah SWT adalah satu-satunya pembuat hukum. Dan jika anda menyetujui seseorang untuk melakukan apa yang menjadi sifat dan hak Allah SWT, maka anda akan menjadi musyrik.

Menyekutukan sesuatu dengan Allah SWT dalam ke-Tuhanan-Nya atau fungsinya adalah syirik. Syirik juga didefinisikan sebagai “mengadakan aktivitas peribadatan kepada selain Allah SWT”. Salah satu aktivitas ibadah (selain sholat, shaum, dsb) adalah tahkim, yaitu memutuskan hukum/mengadili dalam sebuah perkara hanya dengan hukum Allah SWT semata. Jika kita bertahkim kepada thogut, yaitu menyerahkan perbuatan hukum atau memutuskan perkara dengan pengadilan atau hukum kufur adalah sebuah kemusyrikan.

Nampak jelas sekali dari paparan di atas bahwa hukum dari ke ikut sertaan dalam pemilu (demokrasi) adalah bisa membawa kita pada perbuatan syirik, dalam hal ini adalah kita ikut andil dalam menetapkan hukum. Padahal sudah sangat jelas bahwa dzat yang haq menentukan, menetapkan hukum hanyalah Alloh SWT. Seperti firman Alloh berikut ”Dan dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutunya dalam menetapkan keputusan” (QS 18 : 26).

Wallohu a’lamu

5 Tanggapan to “Fatwa Haram Golput MUI”

  1. ani marlina Says:

    aku pikir, jika negara indonesia menganut faham demokrasi, maka memilih golput itu juga pilihan dan demokrasi tidak ada suatu paksaaan terhadap siapapun termasuk golput itu juga pilihan, kalaupun dikaitkan dengan islam bahwa memilh pemimpin itu wajib hukumnya, maka harus tahu dulu pemimpin yang betul-betul membawa amanah dengan berbagai instrumen yang menjamin kemardhotilahan. melihat realitas yang terjadi pemimpin muda ataupun pemimpin tua yang kita pilih di Daerah perwakilan daerah cabang ataupun pusat banyak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum dan moralitas. jadi wajar ketika masyarakat tidak memilih. dan tidak menjadi jaminan bahwa negara akan bertahap stabil dengan adanya perwakilan-perwakilan pemimpin. ada sebuah buku yang menjelaskan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat itu adalah dimana masyarakat-masyarakatnya itu tidak lagi bisa menghargai dan mendengarkan pemimpin-pemimpinnya (farac fauda ). aku pikir negara ini akan tidak akan berkembang menuju kemajuan jika sistem pemerintahan tidak menggunakan militerisme lagi.

  2. Thiny Says:

    Pernyataan sangat benar sekalliii…
    kan dalam sebuah pemilu untuk memilih pemimpin hari ini bukan Tuhan yang menetapkan langsung tapi ada ikhtiari manusia dalam proses pemilihan itu.
    Qs, 18 : 26 yang berkaitan dengan pemilihan pemimpin ummat/khalifah dalam sejarah ummat Islam sendirilah yang te;ah melanggarnya sehingga boleh jadi pemilu hari ini diIndonesia yang nota bene memiliki penduduk mayoritas muslim juga adalah efek dari efek dari sejarah kelam tersebut. disamping Indonesia juga adalah bukan negara Islam jadi tidak perlu diwajibkan melaksanakan syariat yang masih multi interpretasi, bukankah Tuhan pasti telah memahami bahwa kan ada wilayah/negara yang didalamnya multi etnis sehingga syariat Islam tidak dipaksakan. Karena ini adalah konsekwensi sejarah yang memang tidak dianalisis jarang dikritisi maka wajar ketika muncul kontroversi antara wajib memilih atau golput.
    Akan tetapi menurut hemat saya, karena dalam buah negara, lembaga, komunitas, atau apapun namanya memerlukan pemimpin meskipun jauh dari konsep ideal aka tetapi pasti ada pilihan terbaik diantara yang baik ataukah baik diantara yang terbruk. Adalah sebuah kesalahan berfikir ketika kita memutuskan atau menjuctice sesuatu dengan cara mengeneralkan.
    so, apapun pilihannya, yang jelas itu adalah hasil atas dasar kesadaran rasionalitasnya, karena atas dasar itupulalah manusia dibebani dengan konsekwensi/hukum atas pilihannya.

    Wallau a`lam bissawab.

    Thin..

  3. kiki zakiyatusyahidah Says:

    banyak versi lah!!!
    tapi intinya memang ta jelas!!!

    eta mah mangga wae emutan ku salarea!!!
    HIDUP GOLPUT!!!huhu

  4. dadangmustofa Says:

    hayu urang golput tong daek di bobodo ku bangsat

  5. giono Says:

    memang pemilu/demokrasi itu produk kafir?buktinya kalau suatu negara 1000penduduknya mengatakan judi itu halal dan yang menyatakan haram 1 org maka ya judi halal donk. baca keterangan lngkap tentang kesesatan pemilu karangan albani….jadau hidup golput klo gak mau ya trima uangnya jangan iikut mengginakan suaranya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: