Membantah Syubhat tidak ada jihad selama tidak ada kholifah

Sebagian pihak menyebarkan syubhat hari ini tidak ada kewajiban jihad karena tidak ada imam syar’i (kholifah) padahal jihad harus bersama imam. Orang-orang yang berjihad tanpa adanya kholifah pada zaman ini ; berdosa, akan kembali kepada adzab Allah dan berarti menangkap anak panah dari kemurkaan Allah dan menusukkan ke dadanya sendiri (bunuh diri).

Jawaban :
Memang benar bahwa urusan jihad sebagai salah satu urusan dien menjadi tanggung jawab kholifah. Sebagaimana penegakkan hudud, sholat, zakat dan seluruh urusan dien lainnya, kholifahlah yang paling bertanggung jawab. Karena itu seluruh ulama Ahlu sunah wal jama’ah, seluruh ulama Khowarij, seluruh ulama Murji’ah dan seluruh ulama Mu’tazilah bersepakat bahwa umat Islam wajib hukumnya menegakkan kekhilafahan dan mengangkat seorang kholifah.

Kholifahlah yang mengirim pasukan jihad minimal sekali setiap tahunnya untuk melebarkan dakwah melalui jihad ke negara-negara kafir. Kholifah juga mengadakan mobilisasi umum jika kondisi menuntut dan kholifah juga mengangkat komandan-komandan jihad, berdasar beberapa hadits antara lain :
كاَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِذَا أَمَّرَ أَمِيْرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْ سَرِيَّةٍ أَوْصَاهُ فِى خَاصَتِهِ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ مَعَهُ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرًا ثُمَّ قَالَ أُغْزُوْا بِسْمِ اللهِ فِى سَبِيْلِ اللهِ فَقَاتِلُوْا مَنْ كَفَرَ بِا للهَِ

Dari Buraidah radhiyallahu ‘Anhu ia berkata,” Rasulullah bila mengangkat seorang amir pasukan dan ekspedisi selalu memberi wasiyat khusus baginya dengan taqwa kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dan kepada kaum muslimin lainnya untuk berbuat kebajikan. Lalu beliau bersabda,“Berperanglah dengan nama Allah, berperanglah fi sabilillah…!”

Namun terkadang dalam beberapa kondisi, kaum muslimin harus mengangkat sendiri komandan jihad tanpa adanya penunjukkan dari kholifah, contohnya dalam kondisi :
1- Komandan jihad yang telah diangkat oleh kholifah tidak ada (baik karena ditawan, terbunuh atau lemah) dan kaum muslimin tidak mempunyai kesempatan untuk kembali kepada kholifah untuk menerima pengangkatan komandan jihad baru, serta saat itu kaum muslimin tidak mempunyai beberapa komandan jihad secara tertib atau seluruh komandan jihad yang diangkat kholifah telah habis terbunuh.
2- Kaum muslimin atau sekelompok kaum muslimin mengadakan sebuah gerakan bersama (amal jama’i ; terutama tadrib militer dan jihad) sementara kaum muslimin saat itu tidak mempunyai kholifah. Seperti kondisi umat Islam saat ini.

Kaum muslimin harus mengangkat salah seorang di antara mereka sbagai komandan jihad karena mereka tidak boleh beramal tanpa adanya seorang komandan. Rasulullah telah memberi mereka hak memimpin “ hendaklah mereka mengangkat salah seorang sebagai pemimpin فَلْيُؤَمِّرُوْا “dengan sabda beliau :
عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِي أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : إَذَا خَرَجَ ثَلاَثَةُ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوْا أَحَدَهُمْ.
Dari Abu Sa’id al Khudri bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,” Jika tiga orang keluar dalam suatu safar hendaklah mereka mengangkat salah satu menjadi amir.” Dalam riwayat lain :
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرُ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ:لاَ يَحِلُّ لِثَلاَثَةٍ يَكُوْنُوْنَ بِفَلاَةٍ مِنَ الأَرْضِ أَى أَمَرُوْا أَحَدَهُمْ.
Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,” Tidak boleh bagi tiga orang yang berada di padang pasir (tanah yang kosong) kecuali mereka mengangkat salah seorang sebagai amir.”

Imam Syaukani berkata,” Jika disyariatkan mengangkat amir untuk tiga orang yang berada di tempat kosong (padang pasir) atau bersafar maka pensyariatannya untuk jumlah yang lebih besar yang menempati desa-desa dan kota-kota dan dibutuhkan untuk mencegah kezaliman dan menyelesaikan persengketaan lebih penting dan lebih wajib lagi. Karena itu hal ini menjadi dalil bagi yang berpendapat,” Wajib bagi kaum muslimin untuk menegakkan pemimpin, para wali dan penguasa.”

Ibnu Taimiyah berkata,” Jika Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam telah mewajibkan pengangkatan amir untuk jama’ah (kelompok) yang paling sedikit dan perkumpulan yang paling singkat maka ini artinya menyamakan wajibnya mengangkat amir untuk perkumpulan yang lebih besar dari itu.”

Pada perang Mu’tah, Rasulullah mengangkat tiga komandan jihad : Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Tholib dan Abdullah bin rowahah. Jika Zaid terbunuh, maka yang menggantikan adalah Ja’far. Jika Ja’far terbunuh, maka Abdullah menjadi penggantinya. Ketika ketiga komandan terbunuh, seluruh anggota pasukan sepakat mengangkat Kholid bin Walid sebagai komandan jihad, padahal Rasulullah sebagai kholifah sama sekali tidak, menunjuknya sebagai komandan keempat. Meski seluruh anggota pasukan tidak meminta persetujuan kholifah terlebih dahulu, Rasulullah ridho dengan perbuatan mereka dan bahkan menggelari Kholid dengan gelar saifullah.

Imam Ibnu Hajar berkata,” Dalam hadits ini ada dalil kebolehan mengangkat komandan dalam sebuah pertempuran meski tanpa ta’mir (pengangkatan dari kholifah). Imam Ath Thohawi mengatakan,” Hadits ini menjadi pokok landasan bahwa kaum muslimin harrus mengangkat seorang di antara mereka sebagai pengganti imam (kholifah) jika imam (kholifah) tidak ada sampai imam hadir.”

Ditulis dalam jihadnews. 2 Comments »

2 Tanggapan to “Membantah Syubhat tidak ada jihad selama tidak ada kholifah”

  1. Qawwamiin Says:

    Syukron atas penjelasannya.. ana copy ya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: