keberadaan thaifah manshurah

Sebelum kita membicarakan lebih kanjut tentang sifat-sifat tha’ifah manshurah, serta pentingnya memperbanyak jumlahnya dibandingkan tha’ifah yg lain. Pertama-tama kami akan mengukuhkan lebih dahulu keberadaan tha’ifah ini dank e syar’ian wujudnya.

Maka saya katakan  : telah mutwatir dalil-dalil shahih yang menunjukan keberadaan tha’ifah ini serta kelangsungannya hingga hari kiamat, bahwasannya ia adalah kelompok yang mendapat pertolongan yang senantiasa tampil membela kebenaran, tidak membahayakan (menggoyahkan tekad) mereka orang yg menelantarkan mereka atau yg menyelesihi mereka hingga kiamat tiba..

Diantaranya adalah hadits yang datang dalam shahih Muslim :

Dari tsauban, dia berkata : Rasul Saw perbah bersabda :

akan senatiasa dating dari umatku sekelompok orang yg tampil membela kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan (tidak menolong) mereka hingga dating ketetapan Alloh, sedang mereka tetap dalam keadaan demikian”

Dan dari sahabat Mughirah bin syu’bah, dia berkata : “ aku pernah mendengar Rasul Saw bersabda “akan senantiasa ada diantara umatku, sekelompok yang tampil ditengah-tengah manusia, sehingga dating kepada mereka ketetapan Alloh, sedang mereka dalam keadaan unggul.”

Dan dari Jabir bin Samurah, dari Rasul Saw, bahwasannya Beliau Saw bersabda : “agama ini akan senantiasa tegak, berperang membelanya sekelompok kaum muslimin hingga kiamat tiba.”

Dan dari ‘Imran Bin Hani’, dia berkata : “aku mendengar mu’awiyah berkhotbah di atas mimbar : “ aku mendengar Rasul Saw bersabda: “ akan senantiasa ada diantara umatku, sekelompok orang yang menegakan perintah / agama Alloh, tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka atau orang yang menyelesihi mereka, sehingga datang ketetapan Alloh, sedang keadaan mereka unggul atas manusia.”

Dari Imran bin Hushain, dia berkata : Rasul Saw bersabda : “akan senantiasa ada diantara ummatku sekelompok orang yang berperang membela kebanaran, menang atas orang yang memusuhi mereka, sehingga orang terakhir diantara mereka memerangi Almaseh Dajjal.”

dan dari Salamah bin Nufail Al Kindi, dia berkata: ketika aku sedang duduk dekat rasul Saw, tiba2 ada seoarang laki-laki bertanya: “wahai Rasululloh, orang-orang sudah tidak lagi mengurus kuda mereka dan meletakan senjata mereka, dan mereka mengatakan: “tidak ada lagi jihad, perang telah usai!” Rasululloh mengahdapkan wajahnya dan berkata :”Mereka dusta!!. Sekarang telah datang masa perang, dan akan senantiasa ada diantara ummatku sekelompok orang yang berperang membela kebanaran, dan Alloh memalingkan hati banyak kaum pada mereka dan memberi rezeki mereka dari (harta mush) mereka hingga kiamat tiba, sehinggal janji Alloh datang. Kuda itu tertambat pada ubun-ubunnya kebaikan hingga hari kiamat.

Dan dari Mu’awiyah bin Qurrah dari ayahnya : Rasulullloh Saw bersabda : “akan senantiasa ada diantara ummatku sekelompok orang yang diberi pertolongan, tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka hingga kiamat tiba.”

Dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasululloh Saw bersabda : “akan senantiasa ada diantara ummatku sekelompok orang yang konsisten membela agama Alloh, tidak membahayakan mereka orang yang menyelesihinya.

Dan dari ‘Amru bin Syu’aib’, dari ayahnya, dia berkata: “pernah suatu ketika Mu’awiyah berdiri diatas mimbar menyampaikan khotbah, lalu dia berkata “ dimana gerangan ulama-ulama kalian?dimana gerangan ulama-ulama kalian? Aku pernah mendengar Rasululloh Saw bersabda: “tidak akan terjadi hari kiamat melainkan ada sekelompok diantara ummatku yang memerangi manusia. Mereka tidak mempedulikan orang yang menelantarkan mereka atau pun orang yang menolong mereka.”

Dari Abu Inabah Al Khaulani, dan dia adalah sahabat yang pernah shalat mengahdap 2 kiblat bersama Rasululloh, dia berkata: aku pernah mendengar Rasululloh Saw bersabda : “Alloh akan senantiasa menumbuhkan satu tanaman (generasi) dalam agama ini yang Dia pekerjakan mereka untuk mentaatinya

Serta banyak lagi Hadits-hadits dan nash-nash lain yang menunjukan eksistensi Tha’ifah Manshurah ini, bahwasannya mereka senantiasa tampil membela kebenaran .. dan bahwasannya mereka diberi pertolongan, tidak menggoyahkan tekad mereka orang yang memusuhi mereka atau pun orang yang menelantarkan mereka .. hingga hari kiamat tiba.

Keberadaan Tha’ifah ini, tidak diragukan lagi, mempunyai dampak positif dalam jiwa orang-orang mu’min yang tertindas dimuka bumi; membangkitkan harapan dan keyakinan didalam jiwa mereka akan pertolongan Alloh Ta’ala dan janji-Nya, dan bahwa akhir kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang mu’min yang benar keimanannya—walaupun dikemudian hari kelak—meskipun kebathilan bersimaharajalela, menjadi besar tentara dan kekuasaannya.

Di dalamnya juga terdapat khabar buruk bagi sumua thagut-thagut dimuka bumi yang memancangkan bendera permusuhan dan peperangan terhadap Islam dan kaum muslimin .. bahwa tipu daya dan perang mereka akan berbalik mengenai mereka sendiri .. dan bahwasannya mereka, meski telah berusaha semaksimal mungkin, maka kemenangan tetap untuk kalimat Alloh saja .. walaupun setelah beberapa masa nanti.

Ribuan penguasa tiran dan lalim—disepanjang perjalanan masa—telah memancangkan peperangan dan permusuhan terhadap Islam dan kaum Muslimin .. mereka menggerakan ratusan ribu tentara untuk memeranginya .. namun sekarang dimana gerangan mereka? .. dimana gerangan harta mereka yang melimpah ruah?, yang mereka kerahkan untuk memalingkan manusia dari jalan Alloh .. dan di mana Agama Alloh? .. jika mereka bisa meihat!!

Mereka semua telah pergi dan binasa menjadi kayu bakar neraka jahannam, dan jahannam adalah seburuk buruk tempat kembali .. sedangkan Agama Alloh Ta’ala terus tumbuh berkembang, tinggi, luas dan tersebar diseluruh penjuru negeri dan ke segenap anak bangsa meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya!!

Bukan kah itu menunjukan bahwa ada tangan maha kuat yang telah menjamin kelangsungan, penjagaan dan pertolongan bagi Agama ini .. ?!

Ya benar, jika mereka mengetahui

Aloh berfirman yg artinya “mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Alloh dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Alloh tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNYA, walaupun orang kafir tidak menyukai (Q.S At-Taubat : 32).

Alloh Ta’ala berfirman yang artinya : “sesungguhnya orang-orang kafir, menafkahkan (menggunakan) harta mereka untuk menghalangi (manusia) dari jalan Alloh. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian akan menjadi penyesalan bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka jahannamlah orang-orang kafir itu dikumpulkan”. (Q.S Al-Anfal : 36).

Syubhat dan Jawaban

Barangkali ada yang bertanya: “bagaimana mengkompromikan antara hadits-hadits yang menunjukan keberadaan Tha’ifah Manshurah sampai terjadinya hari kiamat dengan hadits-hadits yang menunjukan bahwa kiamat tidak akan terjadi kecuali terhadap seburuk-buruk makhluk ciptaan, sehingga tidak ada lagi yang mengatakan “ Alloh “ dimuka bumi?”

Jawaban

Bahwa apabila kiamat telah datang dengan tanda-tanda besarnya, dan telah dekat waktu akhirnya, maka Alloh mengirimkan Angin misk (minyak kesturi), sentuhannya seperti sentuhan sutera. Lalu ia tidak meniggalkan seorangpun yang terdapat iman walau seberat biji sawi didalam hatinya kecuali ia akan mencabut ruhnya, maka tinggallah kemudian seburuk-buruk makhluk ciptaan, terhadap merekalah kiamat akan terjadi. Barangkali inilah maksud sabda Nabi Saw “sehingga datang ketetapan Alloh”, jadi ketetapan Alloh yang dimaksud adalah angin yang mencabut ruh orang-orang mu’min.

Sebagaimana keterangn dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dia berkata: Rasululloh Saw bersabda : “sesungguhnya Alloh mengiri angin dari Yaman, (sentuhannya) lebih lembut dari sutera. Angin itu tidak meninggalkan seorangpun yang terdapat iman seberat biji sawi didalam hatinya kecuali ia akan mencabutnya.” (H.R Muslim)

Dari Abdurahman bin Syumamah Al-Mahri, dia berkata : pernah suatu saat aku berada di dekat Maslamah bin Mukhallad, disampingnya ada ‘Abdulloh bin ‘Amru bin ‘Ash. Lalu ‘Abdulloh berkata : “tidak aan terjadi kiamat kecuali pada seburuk-buruk makhluk ciptaan. Mereka lebih buruk dari kaum jahiliyah, tidaklah mereka memohon sesuatu kepada Alloh. Melainkan Alloh tidak akan menerimanya. “pada saat mereka tengah asyik berbicara, tiba-tiba datanglah ‘Uqbah bin ‘Amir, lalu Maslamah berkata padanya: “Hei ‘Uqbah, dengarlah apa yang dikatakan ‘Abdulloh. “lalu dia menyahut: “dia lebih tahu. Adapun saya sendiri, maka saya pernah mendengar Rasululloh bersabda : “ akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang berperang menegakan agama Alloh, mengalahkan musuh mereka, dan tidak membahayakan mereka orang yang menyelesihi mereka hingga datang hari kiamat atas mereka, sedang mereka tetap dalam keadaan demikian.”

Mendengar perkataan ‘Uqbah, berujarlah ‘Abdulloh bin ‘Amru: “benar apa yang kau katakan, kemudian Alloh mengirim anginseperti angin misk, sentuhannya seperti sentuhan sutera, dan tidak meninggalkan jiwa yang didalam hatinya terdapat iman seberat biji sawi, kecuali ia akan mencabutnya, kemudian tinggallah seburuk-buruk manusia, terhadap merekalah kiamat akan terjadi.” (H.R Muslim).

Jadi maksud sabda Nabi Saw hingga hari kiamat” ialah : bahwa mereka harus terus memperjuangkan kebenaran hingga sentuha angin lembut ini mencabut nyawa mereka, yakni ketika kiamat telah dekat dan telah bermunculan tanda-tandanya. Jadi keberadaan mereka hingga hari kiamat dalam hadits tersebut haruslah dibawa pada pengertian : ketika telah muncul tanda-tandanya dan telah dekat sekali dengan saat terjadinya kiamat. Wallohu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: