simkuring

24 tahun yang lalu ibu melahirkan aku dengan nama Dadang Muhammad Hamzah Al mustofa, beberapa tahun kemudian aku baru mengerti kenapa umi memberikan nama itu.

aku tumbuh dikeluarga yang bisa dikatakan miskin, dengan pendapatan yang tidak menentu.

ayahku hanyalah seorang buruh tani dan sementara ibuku hanya berjualan dg warung kecil2an.

sejak kecil ayah selalu mendidikku dengan caranya yang keras dan tegas, awalnya aku tidak mengerti dengan apa yang ayah lakukan terhadapku. kadangkala sempat terbesit jika ayah pilih kasih, saudara-saudaraku yang lain tidak mendapatkan apa yang ku alami.ehm….. tapi itulah dia, ayahku…hehehe ayah terbaik

Tetapi disamping ayah mendidiku seperti itu, aku juga mendapatkan didikan yang lembut dari seorang yang surgaku dibawah telapak kakinya, ibuku…beliaulah orang tidak bosan mengajari, mengingatkan, mensupport diriku sehingga menjadi diriku  seperti sekarang ini…

terimakasih ibu – semoga engkau mendapatkan RahmatNYA selalu aamiin—demi anak-anakmu engkau rela terjaga digelap dan dinginnya pagi, dimana yang lain masih nyenyak terlelap dan dibuay mimpi yang indah, engkau rela tidak tampil cantik seperti yang lain, demi uang jajan anak-anakmu engkau rela berhimpitan dengan yang lain dipasar yang bau, becek n entah apa lagi yang ada disana..demi menyekolahkan anak-anakmu engkau rela tidak menonton tv dan nikmatnya secangkir teh dipagi hari seperti kulihat ibu2 yang lain melakukannya, waktumu kau habiskan dengan mencari nafkah dan sujud menangis untuk selalu mendoakan anak-anakmu, tak ada kata lagi untukmu selain terimakasih..

mata ini basah jika mengingat kegigihanmu, tenggorokan ini tercekat jika membicarakanmu dan ketabahanmu membuatku yakin bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan bahwa hidup ini adalah perjuangan.

ibu….

selalu saja ku rindu…

dosalah aku..

jika ditelapak kakimu tidak kutemukan surga itu

ridhoilah anakmu ini ibu, karena mana mungkin Alloh akan ridho terhadapku jikalau engkau tidak ridho terhadapku…..

teruslah berdoa untukku ibu, doakanlah agar anakmu ini syahid dijalanNYA supaya aku bisa mengangkat kita sekeluarga untuk bisa berkumpul kembali disurga InsyaAlloh, karena mungkin hanya dengan itu aku baru bisa membalas budimu yang tiada terhitung kepadaku.

terimakasih ayah..— semoga engkau mendapatkan ridho dan nikmatNYA di alam sana—

engkau adalah sosok pertama yang aku segani, meskipun aku jarang berbincang denganmu tapi dengan itulah engkau mendidikku, menuntutku untuk dewasa dengan caramu, kau mendidiku dengan amalan bukan dengan ucapan.

terimakasih ayah..karena engkau relakan semua milikmu demi anak-anakmu, kau relakan waktu luangmu, kau relakan kulitmu terbakar matahari ketika berada disawah.

terimakasih ayah..

inilah aku ibu, ayah..

hasil dari kristalisasi keringat kalian

tumbuh dari kegigihan kalian

besar dari ketabahan kalian

walaupun awalnya aku iri terhadap orang tua yang lain yang dengan mudah bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai mendapatkan gelar yang tinggi, walaupun awalnya aku iri terhadap kehidupan mereka yang begitu mudah nyaris tanpa kesulitan, seperti di sinetron saja—dengan mudahnya mereka sekolah, kuliah dan mendapatkan gelar kemudian bekerja—sementara orangtuaku hanya bisa menyekolahkaku sampai tingkat menengah atas saja. tetapi kemudian aku sadar dan aku bersyukur pada Alloh karena orangtuaku tidak mampu menyekolahkanku sampai tingkat tinggi, jika dengan tidak kuliah aku bisa lebih dewasa dalam menyikapi hidup dan kehidupan dan kaya akan hikmah, jika dengan tidak kuliah aku bisa lebih dekat dengan sang pencipta dan jika dengan tidak kuliah aku bisa membantu adiku sekolah dengan uang hasil kerjaku

mungkin jika dulu aku kuliah aku bakal terlibat kenakalan remaja, mungkin jika dulu aku kuliah aku takan menjadi dewasa seperti sekarang ini dan adik2ku tidak dapat sekolah karena biayanya habis untuk biaya kuliahku

sungguh banyak hikmah yang kupetik dari semua peristiwa dalam elegi kehidupan ini. mungkin dan pastinya masih banyak diluar sana yang memiliki cerita kehidupannya yang lebih haru daripada aku

jadi tersenyumlah dang dan jangan bersedih lagi…..

Indahnya hari ini. Kulihat pintu warnet terbuka lebar seakan tersenyum manis menyambutku. Sekali lagi, Ya Allah aku bersyukur padaMu.

tasikmalaya 26 sya’ban 1429 H

menjelang Shubuh..

dadang mustofa

11 Tanggapan to “simkuring”

  1. uyik Says:

    Subhanallah………

  2. ly Says:

    Q minta setangkai bunga segar Tuhan memberikanku kaktus berduri……..
    Q minta binatang mungil&indah Tuhan memberikan ulat berbulu……
    Q sedih protes dan kecewa, betapa tidak adilnya ini……
    Namun kemudian, kaktus itu berbunga sangat indah……
    Ulat itu tumbuh&berubah menjadi kupu-kupu yang amat indah…
    Disitu Q menyadari itu lah jalan Alloh, Indah pada waktunya ….

    by :
    Ly_ ^_^

  3. Hendra Mufti Says:

    euleuh euleuh kutan ujang teh emut ka emak

  4. aqiLa aLqorib Says:

    Wa’asa antakrahu syaia wahuwa khairal lakum, wa’asa antuhibbuh syaia wahuwa syarrul lakum..

    Semangat ya kang…. (^_^)/

  5. m16 Says:

    T.T sedihhhhhhh

  6. insani Says:

    subhanallah…
    semangat akang!!!

  7. ajeng Says:

    kalo di buka di IE tampilannya agak pabeulit !!???

  8. engkaudanaku Says:

    Subhanallah..
    Skenario Allah memang Maha Indah..
    🙂

  9. Hisbullah Says:

    Akhi salam kenal, salam ukhuwah
    Membaca kisah akhi membuat ku terharu..
    Aku sangat mendukunga apa yg sedang akhi perjuangkan melalui media blogspot ini. Semogah akhi selalu dalam lindunganNYA.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: