Pengakuan dari seorang Akhwat Tentang Kesesatan HT

Bismillaah..

Mungkin ikhawh-ikhwah kita di Al Muhajirun dapat lebih gamblang menjelaskan apa dan bagaimana kesesatan HTI, dan saya rasa beberapa ikhwah di sini ada yang mantan-mantan HTI juga…

Yang saya ketik ini, mungkin bukan disebut bantahan, tapi sekedar menjelaskan apa dan bagaimana pemahaman HTI itu sejauh yang saya ketahui dan sedikit komentar dari saya, maklum ilmu saya masihlah teramat sangat sedikit.
So, HTI yang saya ketahui selama ini (‘afwan kalau ada yang salah) itu; Baca entri selengkapnya »

Membantah Syubhat tidak ada jihad selama tidak ada kholifah

Sebagian pihak menyebarkan syubhat hari ini tidak ada kewajiban jihad karena tidak ada imam syar’i (kholifah) padahal jihad harus bersama imam. Orang-orang yang berjihad tanpa adanya kholifah pada zaman ini ; berdosa, akan kembali kepada adzab Allah dan berarti menangkap anak panah dari kemurkaan Allah dan menusukkan ke dadanya sendiri (bunuh diri). Baca entri selengkapnya »

Memahami Latar belakng dan Makna Terorisme

Pertama, kita harus memahami bahwa ada perang antara Islam dan kufur. Kaum kuffar berperang atas nama apa yang mereka sebut terorisme. Kita harus memahami apa itu terorisme ? Kita harus pula peka bahwa orang menggunakan istilah ini dengan konteks rasa bangga dan setuju serta dengan konteks penyangkalan dan tidak setuju.

Ahli tauhid menggunakan istilah ini Baca entri selengkapnya »

meninjau pemerintahan dalam Islam

Makna Assyahadatain bag 8

Syurut Qobulu Syahadatain

Sinopsis

Sebagai seorang mukmin berusaha untuk menjaga syahadat kita dari futur dan melemah. Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana syahadat diterima atau ditolak. Untuk diterimanya syahadat kita maka diperlukan beberapa persediaan misalnya ilmu, yakin, ikhlas, shidqu, mahabah, qobul dan amal nyata. Juga kita perlu menolak kebodohan terhadap syahadat, keraguan, kemusyrikan, dusta, kebencian, penolakan dan tidak beramal. Baca entri selengkapnya »

Makna Assyahadatain bag 7

Marahil Tafaul Bi Syahadatain

Sinopsis

Dua kalimah syahadah adalah suatu kesaksian bahawa tiada yang wajib diabdi dengan penuh cinta kecuali hanya Allah sahaja. Kemudian kesaksian bahawa Muhammad itu merupakan Rasul Allah. Syahadatain ini merupakan ruh yang melandasi keyakinan, pemikiran dan perbuatan orang-orang mukmin. Untuk merealisasikannya mukmin mesti berinteraksi dengan kandungan makna syahadatain melalui beberapa tahap iaitu cinta dan redha kepada Allah, Islam dam Rasul. Syahadatain yang didasari cinta dan redha menjadi sibgah kepada hati, akal dan jasad. Baca entri selengkapnya »

Makna Assyahadatain bag 6

Kalimatullah Hiyal Ulya

Sinopsis

Kalimah Allah adalah yang paling tinggi. Islam sebagai dien mempunyai konsep yang jelas, lengkap dan dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan konsep atau sistem selain Islam adalah buatan manusia yang tidak lengkap, tidak jelas dan bersifat berubah atau sementara. Konsep Islam dilandasi oleh Baca entri selengkapnya »

Makna Assyahadatain bag 5

Al Wala wal Baro

Sinopsis

Kalimat laa ilaha illa lLah terdiri dari 3 jenis huruf (alif, lam dan ha) serta 4 kata (Laa, ilah, illa, Allah) tetapi mengandung pengertian yang mencakup seluruh ajaran Islam. Keberadaan kata ini adalah Wala terhadap Allah dan Bara terhadap selain Allah. bagi muslim sikap ini merupakan sikap hidup yang inti dan warisan para nabi. Penyimpangan dari sikap ini tergolong dosa besar yang tidak diampuni (syirik). Dengan sikap Wala dan Bara seorang mu’min akan selalu Baca entri selengkapnya »

Makna Assyahadatain bag 4

Makna Ilah

Sinopsis

Kalimat Laa ilaaha ilaLlah tidak mungkin difahami kecuali dengan memahami terlebih dahulu ma’na ilah yang berasal dari ‘aliha’ yang memiliki berbagai macam pengertian. Dengan memahaminya kita mesti mengetahui motif-motif manusia mengilahkan sesuatu. Ada empat makna utama dari aliha iaitu sakana ilahi, istijaaro bihi, asy syauqu ilaihi dan wull’a bihi. Aliha bermakna Baca entri selengkapnya »

Makna Assyahadatain bag 3

Madlulsyahadah

Sinopsis

Syahadatain begitu berat diperjuangkan oleh para sahabat, bahkan mereka sedia dan tidak takut terhadap segala ancaman kafir. Sahabat nabi misalnya Habib berani menghadapi seksaan dari Musailamah yang memotong tubuhnya satu persatu. Bilal bin Rabah tahan menerima himpitan batu besar di tengah hari dan sederet nama lainnya. Mereka mempertahankan syahadatain. Muncullah pertanyaan kenapa mereka bersedia dan berani mempertahankan kalimah syahadah? Baca entri selengkapnya »